arenabuku.com Alternatif Penerbitan Mandiri yang mudah, murah, dan cepat


banner arenabukuarenabuku.com adalah toko buku online yang menjual buku-buku terbitan penulis-penulis indie (self publishing). Perbedaan kami dengan platform lain adalah sebagai berikut :

1. Kemudahan dalam pembayaran dan bertransaksi karena pembayaran dan transaksi di arenabuku.com bisa dilakukan melalui transfer bank, kartu kredit, e-payment, dan Indomaret.

2. Harga jual yang terjangkau mulai dari 10.000 rupiah tentu akan menarik bagi calon pembeli.

3. Royalti 30% berdasarkan harga jual merupakan royalti tertinggi dari platform self publishing lainnya.

4. Kecepatan dalam pelayanan juga menjadi andalan arenabuku.com karena buku-buku yang dijual ditempat kami disediakan stok sehingga bila ada pemesanan bisa segera dilakukan pengiriman.

5. Kami juga melayani jasa penyusunan buku seperti pembuatan cover, layout, penyuntingan, dan pengajuan ISBN dengan harga yang terjangkau.

Baca lebih lanjut

Analisis Psikologis Tokoh “Kakek” Dalam Cerita Pendek Robohnya Surau Kami Karya A. A. Navis


Cerita Pendek “Robohnya Surau Kami” bercerita tentang seorang Kakek penjaga Surau yang harus mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Surau yang dulu dijaga dan dirawatnya kemudian menjadi tidak terurus dan tinggal menanti robohnya saja. Dalam cerpen ini Kakek diceritakan mengalami gejolak batin yang luar biasa yang menyebabkan dirinya stress, depresi, dan frustasi. Kakek yang taat beribadah diberikan analogi oleh seorang tokoh Ajo Sidi tentang nasib orang yang taat beribadah ketika berada diakhirat.

Dalam analoginya Ajo Sidi menceritakan tentang Haji Soleh yang dijebloskan ke neraka. Padahal selama di dunia dia rajin dan taat beribadah. Selain itu Haji Soleh sudah menyempurnakan keislamannya dengan berangkat ke tanah suci dan menjadi Haji. Mendengar cerita Haji Soleh terebut Kakek menjadi marah luar biasa karna merasa kehidupannya sama persis seperti Haji Soleh.

Baca lebih lanjut

MELIHAT JATI DIRI BANGSA MELALUI BAHASA INDONESIA


Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Bangsa yang terbentuk dari beraneka ragam suku dan budaya. Bangsa Indonesia adalah cermin kemajukan ditunjang dengan berbagai simbol pemersatu bangsa. Salah satu jembatan pemersatu itu bernama Bahasa Indonesia. Sejak kali pertama diproklamirkan pada Sumpah Pemuda 1928 pada butir ke 3 yaitu “Kami putra putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia”.

Sebagai bagian erat bangsa Indonesia, Bahasa Indonesia memiliki kedudukan istimewa. Selain itu bahasa adalah cermin dari karakter bangsa seperti sebuah kutipan “Bahasa Itu Menunjukkan Bangsa”. Dari kutipan tersebut sudah jelas bahwa cara masyarakat menggunakan bahasa menunjukkan cara berfikir masyarakat. Mengapa demikian? Karena bahasa adalah hasil dari sebuah pemikiran. Seperti dikatakan Stephen R Covey, seorang pakar psikologi menyatakan, bahwa suatu ucapan (hasil bekerjanya lidah dan bibir) itu terlahir sebagai hasil dari proses berfikir (pikiran).

Baca lebih lanjut

Angkutan Kota Yang Terakhir


Malam belum begitu larut masih sekitar jam 8. Tapi angkot yang akan menuju rumahku sudah jarang yang melintasi kalaupun ada angkotnya penuh. Malam ini sama seperti malam-malam sebelumnya. Aku menunggu angkot yang akan membawa aku kerumah.

Beginilah setiap hari aku pulang sekolah harus sampai larut malam. Ini karena jadwal disekolah ku padat sekali dan jarak sekolahku yang memang jauh. Dalam balutan malam yang gelap aku berdiri dipinggir jalan sendiri, ya hanya sendiri sampai seseorang yang selaluku nanti kehadirannya datang dan bersamaku menunggu angkot.

Seseorang, aku tak tahu siapa namanya, dari mana dia berasal dan akan kemana dia pergi, kami memang belum pernah berkomunikasi. Tampangnya tenang dan tak pernah berbasa-basi sepertinya tapi meski begitu kehadirannya membuat aku merasa aman. begitulah malam-malam ku berlalu bersama seseorang itu.

Baca lebih lanjut

MENGHILANGKAN VOKALISASI DALAM MEMBACA


Membaca sambil melafalkan kata-kata yang dibaca dikenal dengan istilah vokalisasi. Dengan cara ini kata-kata berupa tuliskan diwujudkan oleh vokal menjadi sebuah bunyi. Proses vokalisasi mirip dengan proses berbicara atau menyanyi. Membaca dengan melafalkan akan memiliki kecepatan yang kurang lebih setara dengan berbicara. Menurut pakar membaca cepat, kebiasaan membaca seperti ini disebabkan oleh kesalahan metode yang kita gunakan ketika pada masa kecil belajar membaca.

Misalnya metode Phonic yang memperkenalkan abjad dari A s.d. Z yang dilanjutkan dengan mengulang kata-kata. Ada juga metode Lokk say, misalnya kata “Budi” langsung disebut Budi. Biasanya guru bisa mengontrol dan mengoreksi pengucapan siswa. Menurut para ahli bahwa hal ini merupakan salah satu kendala dalam membaca cepat (speed reading), sehingga perlu dihindari.

Baca lebih lanjut

Keterampilan Menyimak


Keterampilan berbahasa (language arts, language skills) dalam hal ini dibagi menjadi empat segi yaitu:

  • Keterampilan menyimak (listening skills)
  • Keterampilan berbicara (speaking skiils)
  • Keterampilan membaca (reading skills)
  • Keterampilan menulis (writing skills)

Setiap keterampilan itu erat sekali berhubungan dengan ketiga keterampilan lainnya dengan cara yang beraneka ragam. Dalam keterampilan berbahasa, biasanya kita melalui suatu hubungan urutan yang terakhir mula-mula pada masa kecil kita belajar menyimak bahasa, kemudian berbicara, sesudah itu kita membaca dan menulis. Dari keempat keterampilan tersebut diatas pada dasarnya merupakan satu kesatuan dan catur tunggal.

Baca lebih lanjut