Sekali waktu


Sekali waktu aku termenung.

Diam, bisu, terbujur kaku.

Menanti  matahari memihak awan putih

dan menyingkirkan kegelapan dari muka bumi

Aku yang menanti menanyakan nasib diri.

Tentang cinta sejati,

tentang sesuatu yang tak pasti.

Berilah aku isyarat,

kemana aku harus berjalan,

Haruskah aku mendayung perahu menuju hulu

atau haruskah aku kehilir

untuk menemukan muara cinta

tempat kutambatkan hati

Sekali waktu aku juga ingin mengikuti hembusan angin.

Kukepakkan sayap lebar-lebar dan terbang tinggi.

Siapa tahu kutemukan tambatan hati

diantara indahnya pemandangan yang ku lalui

Tapi bagaimana aku mau mendayung

bila perahuku karam ditelan ombak

dan bagaimna aku mau terbang tinggi

bila sayapku rapuh dan tak dapat aku kapakkan

Sekali waktu aku harus sadari

bahwa ternyata hidup adalah menanti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s